KEBAIKAN TUHAN YANG KEKAL
Shalom sahabat Kristus!
Pikirkan kembali lagu pujian klasik karya Ron Kenoly yang begitu membekas di hati kita: "Sebab Tuhan baik, anugerah-Nya kekal selamanya." Melodi yang ceria dan liriknya yang sederhana namun mendalam sering kali memikat hati kita untuk bersorak gembira. Namun, di tengah guncangan hidup, pergumulan ekonomi, atau rasa sakit yang belum sembuh, apakah kita masih bisa menyanyikan kebaikan-Nya dengan keyakinan yang penuh?
Pemazmur menegaskan dalam Mazmur 100:5 bahwa kebaikan Tuhan bukanlah respons sementara terhadap perilaku kita, melainkan hakikat mutlak dari karakter Allah itu sendiri. Ungkapan "kasih setia-Nya untuk selama-lamanya" menerangkan bahwa anugerah (grace) Allah tidak pernah habis dimakan waktu atau tergerus oleh kegagalan manusia. Ketika situasi di sekitar kita terus berubah-ubah dan tidak pasti, kesetiaan TUHAN tetap kokoh berdiri menopang hidup kita dari generasi ke generasi.
Menghidupi kebenaran ini berarti menggeser fokus kita dari besarnya masalah kepada besarnya kebaikan Tuhan. Saat kita diterpa kesukaran, anugerah-Nya selalu cukup untuk memberi kekuatan, dan rahmat-Nya selalu baru setiap pagi. Mari melangkah hari ini bukan dengan ketakutan atau kebimbangan, melainkan dengan hati yang melimpah oleh ucapan syukur atas kebaikan-Nya yang tidak pernah gagal.
Poin Perenungan Hari ini:
- Mengingat Kesetiaan Allah: Catat dan ingat kembali setiap kebaikan serta pertolongan Tuhan yang telah Anda alami sebagai bukti kasih-Nya yang nyata.
- Menjadi Saluran Anugerah: Salurkan kebaikan dan pengampunan yang telah Anda terima dari Tuhan kepada orang-orang di sekitar Anda hari ini.
Ingat kita ada karena Anugerah!
Kebaikan Tuhan adalah jangkar yang teguh bagi jiwa kita di tengah gelombang kehidupan. Segala hal di dunia ini bisa layu, berubah, dan memudar, tetapi kasih setia Kristus tetap berdiri teguh melingkupi hidupmu. Jangan biarkan kekhawatiran mencuri pujian dan sorak-sorai syukur dari bibirmu hari ini. Pandanglah salib-Nya, sebab di sanalah bukti terbesar kebaikan dan anugerah-Nya tercurah tanpa batas. Percayalah, apa pun yang sedang kamu hadapi saat ini, Tangan-Nya yang baik sedang bekerja menenun keindahan bagi masa depanmu.
Tuhan Yesus memberkati!