DAILY CHRISTIAN DEVOTIONAL
🇮🇩 ID

"Thou wilt keep him in perfect peace, whose mind is stayed on thee: because he trusteth in thee."

ISAIAH 26:3
📖 Daily Devotional:
đŸ‘ī¸ 345 views
📅 30 May 2026
Teks: | |

KEMERDEKAAN DI BALIK SEBUAH PENGAMPUNAN

Passage: "Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian." – Kolose 3:13

Akhir pekan identik dengan waktu untuk berkumpul bersama keluarga, sahabat, atau rekan sepelayanan. Namun ironisnya, di dalam lingkaran orang-orang terdekat itulah luka hati paling sering tercipta. Ada perkataan tajam yang menorehkan kepahitan, atau perlakuan tidak adil yang membekas dalam ingatan. Secara manusiawi, naluri kita akan menuntut balas dendam atau setidaknya membangun tembok pertahanan dengan cara menjauhi dan mendiamkan orang yang telah menyakiti kita. Kita mengira bahwa menyimpan dendam adalah cara untuk menghukum mereka.

Padahal, kenyataannya sama sekali berbeda. Menyimpan kepahitan dan menolak untuk mengampuni justru ibarat meminum racun setiap hari, namun berharap orang lain yang akan mati karenanya. Ketidakmauan untuk mengampuni hanya akan membelenggu kedamaian batin kita sendiri. Kekristenan menempatkan pengampunan pada posisi yang sangat krusial, karena di sanalah karakter Kristus dipantulkan dengan paling sempurna.

Ayat Alkitab Acuan:
"Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian." – Kolose 3:13

Poin Perenungan Hari ini:
- Mengampuni Sebagai Perintah, Bukan Pilihan: Tuhan tidak menginstruksikan kita untuk mengampuni "jika kita sudah siap" atau "jika orang tersebut pantas menerimanya". Pengampunan adalah sebuah keputusan ketaatan mutlak terhadap ketetapan Allah.
- Melepaskan Beban Masa Lalu: Ketika Anda memutuskan untuk melepaskan pengampunan, Anda tidak sedang membenarkan kesalahan orang tersebut, melainkan Anda sedang membebaskan diri Anda sendiri dari penjara kebencian yang merusak sukacita.

Mari kita periksa kembali ruang hati kita pada hari ini. Jika masih ada nama-nama yang menimbulkan rasa sesak ketika diingat, bawalah nama-nama tersebut di dalam doa. Mintalah kekuatan dari Roh Kudus agar Anda dimampukan untuk mengampuni, sama seperti Kristus telah terlebih dahulu mengampuni dosa-dosa kita yang tidak terhitung jumlahnya. -TPC

Tuhan Yesus memberkati!

Ask / Discuss with AI Pastor

Have questions about the Word or want to explore today's devotional "KEMERDEKAAN DI BALIK SEBUAH PENGAMPUNAN"? Discuss here with AI Devotional Companion:

Testimonies & Reflections
âŗ Loading responses...
đŸ”Ĩ Most Popular Articles
âœ”ī¸ Notifikasi