"Let no man despise thy youth; but be thou an example of the believers, in word, in conversation, in charity, in spirit, in faith, in purity."
BERHENTI MELIHAT "RUMPUT TETANGGA"
Di era dominasi media sosial seperti sekarang ini, kita sering kali dihinggapi oleh perasaan berat dan tidak berharga saat membuka layar gawai. Kita melihat unggahan tentang teman yang baru saja mendapat promosi jabatan bergengsi, seseorang yang memamerkan mobil barunya, atau potret liburan keluarga kenalan yang tampak begitu sempurna. Tanpa kita sadari, rasa syukur di dalam dada perlahan-lahan menguap, digantikan oleh rasa rendah diri (insecure) dan kabut iri hati yang menyesakkan.
Sering kali kita melupakan satu realitas psikologis yang sangat penting: Media sosial hanyalah sebuah panggung pameran, bukan cerminan kehidupan nyata secara utuh. Orang-orang umumnya hanya mempublikasikan cuplikan-cuplikan terbaik (highlights) dari hidup mereka. Mereka menyembunyikan keringat, air mata, pertengkaran, dan tumpukan cicilan utang di balik layar. Membandingkan hidup kita dengan panggung pameran orang lain adalah pencuri sukacita yang paling kejam.
Ayat Alkitab Acuan:
"Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain." â Galatia 6:4
Poin Perenungan Hari Ini:
- Lintasan Lari yang Berbeda: Tuhan Sang Pencipta telah merancang Anda dengan keunikan talenta, tantangan, dan garis akhir yang sama sekali berbeda dengan orang lain. Anda tidak sedang berlomba dengan siapa pun selain dengan diri Anda di masa lalu.
- Merawat Pekerjaan Sendiri: Jika rumput tetangga terlihat lebih hijau, hal itu semata-mata karena mereka menyiramnya. Alihkan energi Anda untuk menyiram dan memupuk "rumput" di pekarangan kehidupan Anda sendiri.
Berhentilah mengintip dan membandingkan hidup melalui layar media sosial. Mulailah mensyukuri pekerjaan yang Anda miliki saat ini, sayangilah keluarga yang menemani Anda, dan kerjakanlah setiap tanggung jawab Anda dengan kesetiaan yang penuh. -TPC
Tuhan Yesus memberkati!