"For God hath not given us the spirit of fear; but of power, and of love, and of a sound mind."
JANGAN MENYERAH DI TENGAH PROSES PEMURNIAN
Sebuah bongkahan emas yang baru diangkat dari perut bumi tidak akan pernah memancarkan kilau yang indah jika ia menolak dimasukkan ke dalam tungku perapian yang menyala-nyala. Sebutir berlian tidak akan pernah memiliki nilai jual yang fantastis jika ia menolak untuk ditekan, digesek, dan diasah dengan sangat keras.
Banyak orang Kristen mendambakan kehidupan yang "berkilau", dihormati, dan penuh berkat, tetapi memberontak ketika Tuhan memasukkan mereka ke dalam "dapur pemurnian" masalah. Saat badai krisis finansial, pengkhianatan sahabat, atau penyakit menerpa, kita dengan cepat menggerutu: "Tuhan, mengapa hal seburuk ini Kau izinkan terjadi padaku?" Padahal, justru melalui tekanan dan penderitaan itulah Tuhan sedang mengasah kerohanian kita, membakar kotoran-kotoran kesombongan, dan membuang keterikatan kita pada dunia.
Ayat Alkitab Acuan:
"Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak..." â Maleakhi 3:3
Poin Perenungan Hari ini:
- Masalah Sebagai Alat Bukti Kasih: Adanya masalah dan penderitaan bukanlah bukti bahwa Tuhan meninggalkan atau membenci Anda. Sebaliknya, itu adalah tanda bahwa Ia sangat mengasihi Anda dan sedang membentuk Anda menjadi karya yang jauh lebih agung.
- Mengubah Permintaan Doa: Berhentilah merengek agar Tuhan membebaskan Anda dari segala beban secara instan. Mulailah memanjatkan doa yang dewasa: mintalah pundak yang lebih kuat, hati yang lebih lapang, dan ketekunan untuk bertahan menyelesaikan proses tersebut.
Jika hari ini Anda sedang merasakan panasnya "api perapian" dalam pergumulan hidup, bertenggang rasalah dan jangan melompat keluar dari proses Tuhan. Tetaplah setia, tetaplah bertekun dalam doa, dan jagalah hati Anda dari kepahitan. Yakinlah, Anda akan segera keluar dari perapian itu sebagai emas murni yang memantulkan kemuliaan-Nya. -TPC
Tuhan Yesus memberkati!