"And I will make of thee a great nation, and I will bless thee, and make thy name great; and thou shalt be a blessing."
KUASA DI BALIK LIDAH KITA
Pernahkah Anda menyadari bahwa salah satu senjata yang paling mematikan di dunia ini ternyata terletak tepat di bawah hidung kita sendiri? Ya, itu adalah lidah. Kendati ia tidak memiliki sepotong tulang pun, lidah memiliki daya hancur yang sanggup meremukkan masa depan seorang anak, mematahkan semangat pasangan hidup, serta menghancurkan reputasi seseorang hanya dalam hitungan detik.
Terutama di pertengahan minggu, ketika beban pekerjaan menumpuk dan tingkat stres memuncak, filter emosi kita sering kali melemah. Kita menjadi sangat reaktif dan mudah memuntahkan kata-kata ceroboh yang melukai. Berhati-hatilah, karena kata-kata bukanlah sekadar gelombang suara; kata-kata adalah benih rohani. Jika Anda secara terus-menerus melabeli anak Anda dengan kata "bodoh" atau "nakal", Anda sesungguhnya sedang menyiramkan kutuk pada pertumbuhannya. Demikian pula jika Anda selalu memperkatakan keluhan "Nasibku memang sial", maka Anda sedang mendesain kegagalan Anda sendiri.
Ayat Alkitab Acuan:
"Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya." â Amsal 18:21
Poin Perenungan Hari Ini:
- Perkataan Membentuk Realitas: Apa yang sering Anda deklarasikan melalui ucapan memiliki kuasa rohani untuk terwujud. Oleh karena itu, sadarilah otoritas yang ada pada mulut Anda dan gunakanlah untuk mendatangkan kehidupan.
- Mendisiplinkan Lisan: Tahanlah keinginan untuk mengeluarkan kata-kata yang menjatuhkan. Pilihlah untuk memberkati anak-anak Anda, memberikan apresiasi yang tulus kepada pasangan, dan mendeklarasikan janji Tuhan atas pekerjaan Anda.
Mari kita lakukan perombakan besar-besaran pada perbendaharaan kata kita mulai hari ini. Perkatakanlah firman, perkatakanlah harapan! Jadikanlah mulut Anda sebagai mata air hikmat yang menyegarkan, dan bukan sebagai saluran racun yang mematikan jiwa. -TPC
Tuhan Yesus memberkati!