"For by grace are ye saved through faith; and that not of yourselves: it is the gift of God."
KUASA DI BALIK SETIAP PERKATAAN
Lidah manusia adalah organ yang sangat kecil, namun ia memiliki daya hancur yang luar biasa besar jika tidak dikendalikan.
Dalam hitungan detik, sebuah ucapan yang tidak dipikirkan matang-matang dapat menghancurkan persahabatan yang telah dibangun selama bertahun-tahun, meruntuhkan rasa percaya diri seorang anak, atau memicu konflik yang berkepanjangan dalam sebuah rumah tangga.
Terlebih lagi di era media sosial saat ini, jari-jari kita sering kali lebih cepat mengetikkan komentar yang menghakimi daripada menyebarkan kasih.
Firman Tuhan dengan tegas menyatakan bahwa perkataan kita memiliki kuasa secara rohani. Kita adalah apa yang sering kita ucapkan.
Jika kita terbiasa mengucapkan kutuk, keluhan, dan pesimisme, maka itulah realitas yang akan kita tarik ke dalam hidup kita.
Namun sebaliknya, ketika kita mulai mendisiplinkan lidah untuk memperkatakan janji Tuhan, memberikan dorongan semangat, dan mengucap syukur, kita sedang menabur benih-benih kehidupan yang kelak akan kita tuai hasilnya.
Ayat Alkitab Acuan:
"Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya." â Amsal 18:21
Poin Perenungan Hari ini:
1. Lidah Sebagai Kemudi Kehidupan: Sama seperti kemudi kecil yang menentukan arah kapal besar di tengah badai lautan, arah kehidupan kita sangat ditentukan oleh kata-kata yang keluar dari mulut kita setiap hari.
2. Memilih Untuk Membangun: Sebelum berbicara atau menuliskan sesuatu, bertanyalah pada diri sendiri: Apakah kata-kata ini akan membangun iman orang yang membacanya, atau justru akan melukainya?
Mari kita awasi dengan ketat setiap perkataan kita mulai hari ini. Mintalah kepada Tuhan agar Ia menaruh penjagaan pada bibir mulut kita.
Jadikanlah setiap kalimat yang Anda utarakan sebagai alat yang menyalurkan kasih karunia dan penyembuhan bagi telinga yang mendengarkannya. -TPC
Tuhan Yesus memberkati!