"And let us consider one another to provoke unto love and to good works."
MENUNGGU DENGAN BENAR
Bagi sebagian besar manusia, menunggu adalah pekerjaan yang paling membosankan dan melelahkan secara emosional. Entah itu menunggu datangnya pasangan hidup, menunggu panggilan pekerjaan, menantikan mukjizat kesembuhan, atau sekadar menunggu janji Tuhan digenapi dalam hidup kita. Sayangnya, pada saat berada di ruang penantian, kita sering kali berubah menjadi pasif, kehilangan semangat, atau bahkan mulai bersungut-sungut kepada Tuhan.
Padahal, dalam perspektif rohani, masa penantian di dalam Tuhan tidak pernah menjadi masa yang kosong. Itu adalah Masa Persiapan. Mari kita belajar dari seorang petani yang sedang menantikan musim panen. Ia tidak sekadar duduk diam berpangku tangan. Sebaliknya, ia bekerja mencabuti rumput liar, memberikan pupuk, dan menjaga ladangnya dengan penuh ketekunan. Ia terus bekerja sembari menanti.
Ayat Alkitab Acuan:
"Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah." â Yesaya 40:31
Poin Perenungan Hari Ini:
- Penundaan Bukanlah Penolakan: Jika Tuhan belum menjawab doa Anda hari ini, bukan berarti Ia melupakan Anda. Ia sedang memproses kapasitas dan karakter Anda agar Anda sungguh-sungguh siap ketika berkat tersebut dicurahkan.
- Fokus pada Persiapan Diri: Jika Tuhan memberikan kesuksesan finansial saat ini, apakah karakter Anda sudah cukup kuat untuk tidak menjadi sombong? Jika Tuhan memberikan jodoh saat ini, apakah kedewasaan Anda sudah cukup untuk memimpin sebuah keluarga? Tuhan tahu waktu yang paling tepat.
Gunakanlah masa penantian ini untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri. Semakin Anda mempersiapkan diri dengan baik, semakin dekat pula waktu Tuhan bertindak. Jangan hanya berfokus pada "kapan" Tuhan akan menjawab, tetapi fokuslah pada "apa" yang bisa Anda kerjakan untuk Tuhan selagi menunggu. -TPC
Tuhan Yesus memberkati!