"Every man according as he purposeth in his heart, so let him give; not grudgingly, or of necessity: for God loveth a cheerful giver."
MUSA: KETIDAKMAMPUAN MANUSIA VS KESANGGUPAN ALLAH
Banyak dari kita yang sering kali merasa tidak layak, tidak mampu, atau minder ketika Tuhan memanggil kita untuk mengambil tanggung jawab pelayanan, baik di dalam keluarga, tempat kerja, maupun di gereja. Musa pun mengalami krisis percaya diri yang sangat besar di hadapan semak duri yang menyala.
Pertanyaan Musa "Siapakah aku ini?" menggunakan kalimat Ibrani ×Ö´× ×Ö¸× Öš×Ö´× (Mi anoki) yang mencerminkan trauma masa lalunya sebagai pelarian dan kegagalannya 40 tahun yang lalu di Mesir. Menariknya, Tuhan tidak menjawab pertanyaan itu dengan memuji kehebatan tersembunyi Musa.
Tuhan justru menjawab: ×Ö´Öŧ×Öž×Öļ×Ö°×Öļ× ×ĸÖ´×Ö¸Öŧ×Ö° (Ki-ehyeh immak) yang berarti "Sebab Aku akan menyertai engkau". Secara eksegesis, fokusnya digeser dari identitas Musa yang lemah ke identitas Tuhan yang kekal, yaitu ×Öļ×Ö°×Öļ× ×ֲ׊Öļ×ר ×Öļ×Ö°×Öļ× (Ehyeh Asher Ehyeh / "AKU ADALAH AKU"). Kuasa pelayanan tidak pernah bergantung pada siapa orang yang diutus, melainkan pada Siapa Pribadi yang mengutus.
Ayat Alkitab Acuan:
"Tetapi Musa berkata kepada Allah: 'Siapakah aku ini, maka aku yang harus menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?' Lalu firman-Nya: 'Bukankah Aku akan menyertai engkau?'" â Keluaran 3:11-12a
Poin Perenungan Hari ini:
1. Mengatasi Insekuritas: Ketika Tuhan memercayakan sebuah tugas atau tanggung jawab kepada Anda, berhentilah berfokus pada kekurangan diri sendiri. Fokuslah pada kedahsyatan kuasa Tuhan yang menyertai Anda.
2. Anugerah yang Memampukan: Tuhan tidak pernah mencari orang-orang yang merasa diri mereka sudah mampu, melainkan mencari orang-orang yang bersedia untuk dibentuk dan berserah penuh kepada kuasa-Nya.
Mari kita jalani hari ini dengan keyakinan yang baru. Jangan biarkan rasa minder atau ketakutan akan masa lalu membatasi apa yang bisa Tuhan kerjakan melalui hidupmu hari ini. Kuasa-Nya justru menjadi sempurna di dalam kelemahan kita. -TPC
Tuhan Yesus memberkati!