"Therefore all things whatsoever ye would that men should do to you, do ye even so to them: for this is the law and the prophets."
ONESIMUS: HATI YANG DIUBAHKAN
Nama Filemon dalam bahasa Yunani memiliki makna "penuh kasih". Ia adalah seorang warga terkemuka di kota Kolose yang memiliki banyak pelayan, salah satunya bernama Onesimus. Secara harfiah, nama Onesimus berarti "berguna" atau "berfaedah". Namun, kenyataannya berbanding terbalik; Onesimus pernah melarikan diri dan membawa lari harta milik tuannya, sebuah tindakan pengkhianatan yang sangat merugikan Filemon.
Namun, tidak ada yang kebetulan di dalam kedaulatan Tuhan. Dalam masa pelariannya, Onesimus bertemu dengan Rasul Paulus di dalam penjara. Melalui pelayanan Paulus, Onesimus menerima Kristus dan kehidupannya mengalami transformasi total. Perjumpaan tersebut menjadi titik balik yang mengubahkan statusnya dari seorang pelayan yang tidak berguna menjadi anak rohani yang sangat dikasihi Paulus. Kendati Paulus sangat membutuhkan tenaga Onesimus, ia tidak menahannya demi kepentingan pribadi. Paulus justru mengutus Onesimus kembali kepada Filemon untuk merajut rekonsiliasi, sembari memohon agar Filemon menerimanya kembali, bukan lagi sebagai budak yang bersalah, melainkan sebagai saudara seiman yang terkasih.
Ayat Alkitab Acuan:
"--dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku." â Filemon 1:11
Poin Perenungan Hari ini:
- Kuasa Transformasi Kristus: Seburuk apa pun masa lalu seseorang, kasih karunia Kristus sanggup mengubahkan hidupnya secara total, dari pribadi yang "tidak berguna" dan penuh dosa menjadi bejana yang berfaedah bagi Kerajaan Allah.
- Memberikan Pengampunan yang Tulus: Filemon diuji untuk meruntuhkan egonya dan memberikan pengampunan. Kekristenan memanggil kita untuk memiliki hati yang lapang, bersedia menerima kembali mereka yang pernah melukai dan merugikan kita.
Apakah hari ini Anda sedang bergumul untuk memaafkan seseorang yang pernah menyakiti Anda? Janganlah mengeraskan hati. Ambillah keputusan untuk melepaskan pengampunan, sama seperti Kristus telah terlebih dahulu menerima dan mengampuni segala pelanggaran kita. -TPC
Tuhan Yesus memberkati!