"But the LORD said unto Samuel, Look not on his countenance, or on the height of his stature; because I have refused him: for the LORD seeth not as man seeth; for man looketh on the outward appearance, but the LORD looketh on the heart."
PANGGILAN SUAMI: KASIH YANG MENDAHULUI
Pada hari ini, mari kita secara khusus merenungkan panggilan rohani yang Tuhan tetapkan bagi seorang suami. Alkitab meletakkan sebuah mandat kepemimpinan yang sangat berat di pundak kaum pria, namun sekaligus merupakan sebuah panggilan yang teramat mulia.
Bagaimanakah cara Tuhan mengukur standar kasih seorang suami? Tuhan tidak meminta suami mengasihi istrinya sekadar dengan standar manusia. Ia memberikan standar ilahi: kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat. Mari kita refleksikan; Kristus tidak pernah duduk diam menunggu gereja-Nya menjadi sempurna dan suci tanpa cela sebelum Ia bersedia berkorban di kayu salib. Ia justru turun mengasihi kita saat kita masih berlumuran dosa dan kelemahan. Demikian pula halnya, seorang suami dipanggil untuk mengasihi istrinya secara proaktif, bukan hanya pada saat sang istri bersikap manis, lemah lembut, dan penurut.
Ayat Alkitab Acuan:
"Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya." â Efesus 5:25
Poin Perenungan Hari Ini:
- Kasih Tanpa Syarat: Kapasitas kasih seorang pria sejati baru benar-benar teruji ketika ia berhadapan dengan kelemahan pasangannya. Kasih agape adalah kasih yang berkorban dan mendahului, bukan kasih transaksional.
- Pemimpin yang Melindungi: Tunjukkanlah kasih melalui tindakan nyata: bersabarlah mendengarkan keluh kesah istri Anda, jadilah pelindungnya yang kokoh, dan bimbinglah ia dengan kelemahlembutan. Kasih yang tanpa syarat memiliki kuasa besar untuk membawanya pada ketundukan yang penuh sukacita.
Bagi para suami, jadilah representasi kasih Kristus di dalam rumah tangga Anda. Peluklah segala ketidaksempurnaan istri Anda dengan kebesaran jiwa. Kepemimpinan Anda tidak dinilai dari seberapa keras Anda memerintah, melainkan dari seberapa dalam Anda rela berkorban bagi keluarga. -TPC
Tuhan Yesus memberkati keluarga Anda!