"The LORD thy God in the midst of thee is mighty; he will save, he will rejoice over thee with joy; he will rest in his love, he will joy over thee with singing."
SAAT KITA MEMINTA KEPADA TUHAN
Mari kita secara jujur mengevaluasi cara kita berdoa selama ini. Siapakah Tuhan di mata Anda? Sadar atau tidak, kita sering kali memperlakukan Tuhan seolah-olah Ia hanyalah "Staf Personalia" yang bertugas memberi stempel Approval (Persetujuan) pada setiap proposal keinginan kita.
Kita datang dengan serangkaian tuntutan egois: "Tuhan, aku suka dia, tolong singkirkan sainganku!" atau "Tuhan, buat aku diterima di perusahaan ini dengan gaji sekian." Bahkan yang lebih fatal, kita berani mendikte Tuhan dengan memutarbalikkan kalimat rohani: "Tuhan, jika ini kehendak-Mu, maka buatlah rencanaku ini berhasil hari ini juga." Tidak ada yang salah dengan memanjatkan permohonan; Tuhan adalah Bapa yang peduli. Namun, kita harus mengingat dengan rasa gentar bahwa Dia adalah Penguasa Mutlak Alam Semesta. Ia berdaulat penuh untuk mengabulkan, menunda, atau bahkan menolak permintaan kita jika hal itu mendatangkan keburukan bagi jiwa kita di masa depan.
Ayat Alkitab Acuan:
"Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." â Matius 26:39
Poin Perenungan Hari ini:
- Belajar dari Teladan Doa Kristus: Yesus tahu persis bahwa penderitaan salib amatlah mengerikan. Secara manusiawi, Ia memohon agar cawan penderitaan itu berlalu. Namun, puncaknya adalah pada kalimat penutup doa-Nya: sebuah penyerahan hak yang total kepada kehendak Sang Bapa.
- Mempercayai Hikmat Allah: Menyerahkan keinginan kita dan menerima jawaban "Tidak" dari Allah bukanlah hal yang mudah. Namun, hikmat-Nya selalu jauh melampaui logika kita. Penolakan dari Tuhan sering kali merupakan bentuk perlindungan-Nya yang paling nyata.
Berhentilah memaksa Tuhan untuk menyesuaikan diri dengan jadwal dan ambisi Anda. Mintalah dengan rasa hormat dan ketaatan. Akhirilah setiap doa dan pergumulan hidup Anda dengan keyakinan: "Bukan kehendakku, melainkan kehendak-Mu yang jadi." -TPC
Tuhan Yesus memberkati!