"For I know that my redeemer liveth, and that he shall stand at the latter day upon the earth."
SIFRA DAN PUA: KEBERANIAN KARENA TAKUT AKAN ALLAH
Sering kali kita merasa tertekan oleh sistem dunia, tekanan dari atasan di tempat kerja, atau tuntutan lingkungan sekitar yang memaksa kita untuk mengorbankan prinsip-prinsip kebenaran firman Tuhan. Kisah dua bidan Ibrani, Sifra dan Pua, mengajar kita dengan sangat indah tentang batas sebuah ketaatan.
Firaun Mesir pada zaman itu dianggap sebagai titisan dewa di atas bumi; setiap perkataan dan perintahnya adalah hukum mutlak yang jika dilanggar taruhannya adalah nyawa. Namun, teks Alkitab mencatat sebuah frasa yang kontras: para bidan lebih memilih ืึธืจึฐืืึผ ืึทืึฐืึทืึฐึผืึนืช ืึถืชึพืึธืึฑืึนืึดืื (yare'u ha-meyalledot eth ha-Elohim / "takut akan Allah") daripada takut kepada ancaman Firaun.
Secara eksegesis, ironisnya nama Firaun yang agung itu justru sengaja tidak disebutkan namanya di sepanjang Kitab Keluaran pasal 1 (hanya disebut "Raja Mesir"), sedangkan nama dua bidan sederhana iniโืฉึดืืคึฐืจึธื (Sifrah / "Molek") dan ืคึผืึผืขึธื (Pu'ah / "Gemerlap")โdicatat abadi oleh Allah. Di mata sejarah dunia mereka kecil, tapi di mata Allah mereka adalah pahlawan iman yang namanya dikenang.
Ayat Alkitab Acuan:
"Tetapi bidan-bidan itu takut akan Allah dan tidak melakukan seperti yang dikatakan raja Mesir kepada mereka, melainkan membiarkan anak-anak lelaki itu hidup." โ Keluaran 1:17
Poin Perenungan Hari ini:
1. Hierarki Ketaatan yang Benar: Kita memang harus tunduk pada pemerintah dan otoritas manusia, tetapi ketika perintah manusia dengan jelas bertentangan dengan firman Allah, kita harus memilih untuk lebih taat kepada Allah.
2. Dikenal dan Diingat oleh Allah: Dunia mungkin tidak pernah melihat atau menghargai tindakan iman dan kejujuran kecil yang Anda lakukan di tempat kerja, tetapi Allah mengingat nama Anda dan memperhitungkan setiap keberanian Anda dalam membela kebenaran.
Di akhir pekan ini, mari kita teguhkan kembali hati kita untuk tetap berani hidup benar di tengah-tengah dunia yang bengkok ini. Takutlah hanya kepada Allah, bukan kepada intimidasi atau tekanan dunia. Jika Allah di pihak kita, siapakah lawan kita? -TPC
Tuhan Yesus memberkati!