"For all have sinned, and come short of the glory of God."
TUHAN YANG BERKUASA, BUKAN KITA
Perjalanan hidup manusia ibarat sebuah roda yang terus berputar; ada kalanya kita berada di puncak bukit yang indah, dan ada kalanya kita harus menuruni lembah yang curam. Ketika berada dalam musim keemasan, kehidupan terasa begitu manis, dan karier berjalan tanpa hambatan. Namun, ketika Tuhan mengizinkan badai mengguncang dan kita harus menghadapi penurunan drastis, sering kali kita kehilangan kendali, bersungut-sungut, dan mulai menyalahkan Tuhan.
Kecenderungan alami manusia adalah menginginkan keadaan yang selalu berada di atas. Namun, jika kita terus-menerus disuapi dengan kemudahan tanpa ada rintangan, kita akan sangat mudah tergelincir dalam kesombongan rohani. Kita akan lupa untuk berlutut, lupa untuk beribadah, dan akhirnya melupakan fakta bahwa Tuhanlah yang memegang kedaulatan mutlak atas hidup kita. Penurunan tidak selamanya bermakna keburukan, dan kenaikan tidak selamanya bermakna kebaikan, apabila kedua hal tersebut menjauhkan hati kita dari Sang Pencipta.
Ayat Alkitab Acuan:
"Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya." â Yeremia 10:23
Poin Perenungan Hari ini:
- Menerima Kedaulatan Allah: Kita tidak berkuasa mendikte Tuhan mengenai arah hidup yang harus kita jalani. Tuhan berdaulat penuh untuk membawa kita melewati musim apa pun demi kebaikan kita.
- Mengandalkan Tuhan di Segala Musim: Jangan hanya mencari Tuhan ketika Anda sedang terpuruk, dan jangan melupakan-Nya ketika Anda sedang diberkati. Hati yang teguh akan selalu mengandalkan Tuhan, entah dalam keadaan kelimpahan maupun kekurangan.
Apapun yang sedang Anda alami dan hadapi pada saat ini, siapkanlah hati yang penuh syukur dan senantiasa terbuka. Izinkan Tuhan yang penuh kasih itu untuk menuntun arah langkah Anda tanpa sedikit pun rasa curiga terhadap rancangan-Nya. -TPC
Tuhan Yesus memberkati!