"A sound heart is the life of the flesh: but envy the rottenness of the bones."
WAKTU TUHAN BUKAN WAKTU KITA
Di dalam ketidaksabaran manusiawi kita, sering kali kita bertindak seolah-olah kita sedang memegang sebuah "stopwatch" untuk mengatur jadwal Tuhan. Kita berdoa sembari mendiktekan tenggat waktu: "Tuhan, tolong turunkan mukjizat ini sebelum akhir bulan," atau "Tuhan, aku butuh pekerjaan ini besok, tolong segera bertindak." Ketika batas waktu yang kita tetapkan sendiri itu terlewatkan tanpa ada tanda-tanda jawaban, kita pun mulai dirasuki kekecewaan dan menuduh Tuhan tidak lagi memedulikan nasib kita.
Mari kita memetik pencerahan dari peristiwa kematian Lazarus. Ketika Yesus menerima kabar bahwa sahabat yang sangat dikasihi-Nya itu sedang sakit parah, Ia tidak bergegas pergi. Ia justru dengan sengaja menunda kedatangan-Nya selama dua hari. Tentu logika Maria dan Marta berteriak histeris, "Tuhan, Engkau terlambat! Ia sudah mati dan membusuk!" Namun, di balik penundaan tersebut, tersimpan sebuah rancangan yang jauh lebih agung. Yesus tidak sekadar ingin menyembuhkan orang sakit; Ia ingin mendemonstrasikan kebangkitan dari kematian agar kemuliaan Bapa dinyatakan secara mutlak.
Ayat Alkitab Acuan:
"Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN." â Yesaya 55:8
Poin Perenungan Hari Ini:
- Penundaan Bukan Berarti Penolakan: Ketika doa Anda tampaknya diabaikan, Tuhan sesungguhnya sedang mempersiapkan panggung untuk sebuah mukjizat yang memiliki skala jauh lebih besar daripada ekspektasi Anda.
- Mempercayai Waktu-Nya yang Sempurna: Cara kerja Tuhan sering kali tampak sangat membingungkan dan tidak logis pada awalnya, namun jalan cerita-Nya akan selalu berujung pada kebaikan yang tak terbantahkan di akhir babak.
Jika hari ini Anda merasa Tuhan bergerak terlalu lamban dalam menolong Anda, tetaplah tenang. Jangan biarkan racun ketidaksabaran menggerogoti fondasi iman Anda. Waktu Tuhan tidak pernah mendahului, dan tidak pernah terlambat; Ia selalu hadir pada detik yang paling tepat. -TPC
Tuhan Yesus memberkati!