"Maka, Yesus berbicara lagi kepada orang banyak, kata-Nya, 'Akulah Terang dunia; setiap orang yang mengikuti Aku tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan akan mempunyai terang hidup.'"
BEBAN DALAM KEHENINGAN (UNTUK PARA PRIA)
Terdapat sebuah ungkapan yang menyayat hati namun sarat akan kebenaran: "Laki-laki adalah makhluk yang memikul beban dalam diam, yang nilainya sering kali baru disadari setelah kepergiannya. Hidupnya lekat dengan tanggung jawab, namun sering kali ia menjadi pihak yang paling mudah untuk disalahkan."
Ungkapan ini mewakili jeritan batin banyak priaβpara ayah, suami, maupun anak laki-lakiβyang sesungguhnya sedang kelelahan. Tuntutan dunia terhadap sosok laki-laki amatlah berat. Mereka diwajibkan untuk menjadi pilar yang pantang runtuh, penyedia nafkah, dan pelindung garis depan keluarga. Sayangnya, cucuran keringat dan pengorbanan mereka kerap dianggap sekadar sebagai "kewajiban yang sudah semestinya", sementara satu kelalaian kecil bisa seketika membuat mereka dihakimi habis-habisan. Jika hari ini Anda adalah seorang pria yang merasa lelah dan tidak dihargai, angkatlah wajah Anda dan pandanglah Sang Pria Sejati: Yesus Kristus. Ia sangat memahami Anda, sebab Ia pun memikul beban salib di tengah cacian dan keheningan demi menyelamatkan mereka yang dikasihi-Nya.
Ayat Alkitab Acuan:
"Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya..." β Efesus 5:25
Poin Perenungan Hari Ini:
- Tanggung Jawab Sebagai Kehormatan Ilahi: Beban kepemimpinan di pundak Anda bukanlah sebuah kutukan, melainkan sebuah mandat terhormat dari Bapa di surga. Ia memercayakan keluarga itu kepada Anda karena Ia tahu bahwa bersama-Nya, Anda sanggup memikulnya.
- Tuhan Melihat Keringat yang Tersembunyi: Sekalipun manusia sering kali luput menghargai jerih payah Anda, mata Bapa tidak pernah tertutup. Ia mencatat dengan saksama setiap tetes peluh dan air mata yang Anda sembunyikan demi membahagiakan keluarga.
Bagi para pria: Tetaplah berdiri teguh! Jangan pernah menyerah, dan jangan biarkan kepahitan menghentikan kasih Anda. Bagi para istri dan anak: Jangan menunggu hingga kursi di meja makan itu kosong untuk menyadari betapa berharganya pria yang menopang keluarga Anda. Hargailah ia, dan ucapkan terima kasih hari ini juga. -TPC
Tuhan Yesus memberkati!