"karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,"
JANGAN BANYAK ALASAN
Terdapat sebuah pernyataan yang sangat menampar realitas kita: "Jika kesuksesan adalah hal yang penting bagi kita, maka kita akan menemukan jalan untuk meraihnya. Namun jika kesuksesan bukanlah hal yang penting, maka kita akan menemukan seribu satu alasan untuk membenarkan kemalasan kita."
Sering kali, tanpa sadar kita gemar menggunakan berbagai dalih untuk menutupi kelemahan diri. Kita berdalih tidak punya waktu, tidak punya modal, tidak mendapat dukungan dari pasangan, tidak memiliki keterampilan, atau bahkan menyalahkan atasan yang terlalu keras. Ingatlah, memproduksi alasan berarti kita sedang menutup diri terhadap berbagai kemungkinan besar di luar sana. Alasan membuat kita terjebak dalam ilusi untuk menunggu datangnya "situasi yang sempurna" sebelum mulai melangkah. Padahal, situasi yang seratus persen sempurna itu tidak akan pernah ada.
Mari kita memetik inspirasi dari kisah nyata seorang aktor Hollywood, James Franco. Di puncak ketenarannya membintangi berbagai film layar lebar, ia tidak mengorbankan pendidikannya. Di tengah jadwal syuting yang luar biasa padat, ia bolak-balik dari Los Angeles ke lokasi syuting demi menghadiri satu kelas kuliah di UCLA, dan berhasil lulus dengan IPK 3,5. Tidak berhenti di situ, ia melanjutkan pendidikannya ke New York University hingga menempuh jenjang Doktor di Yale University. Jika orang dengan kesibukan seekstrem itu bisa menemukan jalan, mengapa kita yang memiliki waktu lebih luang sering kali hanya menemukan alasan?
Ayat Alkitab Acuan:
"Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan." β Amsal 13:4
Poin Perenungan Hari ini:
- Kemalasan adalah Kekuatan yang Menghancurkan: Salomo dengan hikmatnya mengingatkan bahwa tangan yang lamban akan mendatangkan kemiskinan (Amsal 10:4). Kemalasan memiliki kekuatan yang sangat destruktif untuk menghancurkan masa depan dan menutup pintu berkat Tuhan.
- Bertanggung Jawab atas Kehidupan: Ciri utama dari kedewasaan adalah berani bertanggung jawab atas pilihan hidup tanpa menyalahkan keadaan atau orang lain. Berhentilah mencari kambing hitam dan mulailah mencari jalan keluar.
Tuhan menciptakan manusia dalam keadaan yang samaβnetral dan telanjang. Yang membedakan kualitas hidup kita di kemudian hari adalah bagaimana kita merespons anugerah waktu yang Tuhan berikan. Di hadapan Anda kini hanya ada dua pilihan mutlak: Menemukan Jalan atau Menemukan Alasan. Pilihan ada di tangan Anda! -TPC
Tuhan Yesus memberkati!