RENUNGAN HARIAN KRISTEN
πŸ‡ΊπŸ‡Έ EN
RHEMA HARI INI

"TUHAN dekat dengan semua orang yang berseru kepada-Nya, dengan semua orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan."

MAZMUR 145:18
πŸ“– Renungan Harian:
πŸ‘οΈ 315 dibaca
πŸ“… 23 Februari 2026

KAYA TAPI MISKIN

Nas: "Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang..." – Wahyu 3:17

Sangat banyak orang yang rela menghabiskan seluruh sisa usia, energi, dan kesehatannya semata-mata demi mengejar kemapanan duniawi. Mereka mendedikasikan hidup untuk menumpuk harta benda, memperbesar digit angka di rekening tabungan, dan memburu status sosial. Di mata dunia sekuler, orang-orang dengan pencapaian finansial seperti ini dianggap sebagai tolok ukur kesuksesan yang patut ditiru.

Namun sungguh ironis, banyak dari mereka yang secara materi bergelimang kekayaan, namun kondisi jiwanya berada di titik kemiskinan yang paling ekstrem. Mereka mampu membeli ranjang berlapis sutra yang paling empuk, tetapi tidak sanggup membeli kedamaian untuk tidur yang nyenyak. Mereka mampu membayar biaya pengobatan termahal, namun tidak bisa menyuap waktu untuk membeli kesehatan. Mereka mendiami rumah bagaikan istana, namun kehidupan keluarganya kering, dingin, dan hancur berantakan.

Ayat Alkitab Acuan:
"Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang..." – Wahyu 3:17

Poin Perenungan Hari Ini:
- Mendefinisikan Kekayaan Sejati: Harta benda bukanlah parameter utama kekayaan. Jika hari ini Anda memiliki keluarga yang saling mengasihi, anak-anak yang taat kepada Tuhan, kesehatan yang baik, serta hati yang mampu mengucap syukur di malam hariβ€”Anda adalah orang yang sangat kaya raya!
- Mewaspadai Kebutaan Rohani: Jangan sampai ambisi untuk memperkaya diri secara jasmani membuat Anda kehilangan sensitivitas rohani dan melupakan harta kekal yang harus dikumpulkan di surga.

Berhentilah mengeluhkan barang-barang mewah yang belum sanggup Anda beli. Syukurilah harta berharga yang sudah Tuhan percayakan di pelukan Anda saat iniβ€”hal-hal yang tidak akan pernah sanggup dibeli oleh tumpukan miliaran rupiah. Sadarilah betapa kayanya Anda di dalam pemeliharaan kasih-Nya. -TPC

Tuhan Yesus memberkati!

βœ”οΈ Notifikasi