"Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!"
KEJARLAH KEBENARAN SUPAYA TIDAK SIA-SIA
Sebuah ilustrasi mengisahkan tentang seorang pembuat jam yang menolak ajakan liburan anak laki-lakinya. Ia berdalih ingin membuatkan sebuah jam terbaik sebagai hadiah untuk sang anak. Si ayah kemudian mengurung diri di bengkelnya siang dan malam, mengabaikan pertumbuhan anaknya. Ia melewatkan momen kelulusan, pernikahan, hingga kelahiran cucunya. Ketika jam itu akhirnya selesai dan hendak diserahkan, betapa terkejutnya ia mendapati bahwa anak yang di dalam ingatannya masih kecil, kini telah menua. Sekalipun pada akhirnya ia terbangun dan menyadari itu hanyalah mimpi, pesan moralnya teramat jelas: Jangan menukar hal yang paling berarti dalam hidup demi sebuah ambisi yang fana.
Banyak orang Kristen menjalani hidup dengan mengejar pencapaian duniawiβkarier, kekayaan, atau kesuksesan pelayananβnamun kehilangan esensi utamanya. Jika kita salah meletakkan fondasi dan tujuan hidup, maka segala jerih payah kita hanya akan berujung pada kesia-siaan. Firman Tuhan mengingatkan bahwa hidup ini hanya akan memiliki makna yang abadi apabila kita menjalaninya dalam ketakutan akan Allah dan ketertundukan pada kehendak-Nya.
Ayat Alkitab Acuan:
"Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang." β Pengkhotbah 12:13
Poin Perenungan Hari ini:
- Bahaya Ambisi yang Salah Arah: Hati-hatilah agar pengejaran Anda akan kesuksesan dunia tidak merampas waktu Anda bersama keluarga dan relasi pribadi Anda dengan Tuhan. Segala sesuatu di bawah matahari adalah kefanaan belaka.
- Mengejar Hal yang Bernilai Kekal: Jangan biarkan pola pikir Anda disetir oleh standar dunia. Kejarlah kebenaran firman Tuhan, ubahlah cara pandang Anda, dan hiduplah dalam ketaatan, maka hidup Anda tidak akan pernah berakhir sia-sia.
Evaluasilah kembali prioritas kehidupan Anda hari ini. Untuk hal-hal yang paling berarti, berikanlah waktu dan perhatian yang paling bermakna. Hiduplah dalam takut akan Tuhan, sebab pada akhirnya, setiap perbuatan kita akan dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya. -TPC
Tuhan Yesus memberkati!