"Mendekatlah kepada Allah, maka Ia akan mendekat kepadamu. Bersihkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! Dan, murnikanlah hatimu, hai kamu orang-orang yang mendua hati!"
MEMBUANG HATI YANG KERAS
Secara alamiah, kita semua mengetahui karakteristik sebuah batu. Batu memiliki sifat yang sangat keras dan membutuhkan tenaga yang besar untuk menghancurkannya. Jika sebuah batu dilemparkan, ia berpotensi besar untuk melukai fisik seseorang. Demikian pula halnya dengan manusia yang memiliki hati yang membatu. Hati yang keras menolak untuk dibentuk, menutup rapat-rapat pintu bagi kasih, dan pada akhirnya hanya akan melukai perasaan orang-orang di sekitarnya.
Kehidupan Kristen memanggil kita untuk tidak menjadi batu sandungan bagi sesama. Jangan biarkan tabiat buruk, keangkuhan, dan kerisauan memenuhi ruang batin kita. Jika pikiran kita terus melenceng pada hal-hal yang negatif dan penuh penghakiman, maka tindakan serta keputusan yang kita ambil juga akan berujung pada kesalahan. Jika kita tidak mampu mengatakan sesuatu yang baik, setidaknya belajarlah menahan diri dari membicarakan aib dan kelemahan orang lain.
Ayat Alkitab Acuan:
"Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun." β Roma 14:19
Poin Perenungan Hari ini:
- Bahaya Hati yang Menolak Kebenaran: Hati yang keras adalah hati yang egois dan menolak menerima teguran maupun saran dari pihak lain, meskipun hal itu demi kebaikannya sendiri. Sikap ini perlahan-lahan akan mendatangkan kebinasaan rohani.
- Memelihara Pikiran yang Sehat: Jika tidak ada niat jahat dan kebencian yang disimpan di dalam batin, hidup kita akan senantiasa terasa nyaman. Kedamaian sejati bermula dari hati yang bersih dan telah diubahkan oleh kasih Kristus.
Mari kita buang segala bentuk kekerasan hati yang hanya akan membangkitkan murka Allah. Milikilah hati yang lembut, hati yang sedia mendengarkan suara Roh Kudus, sehingga kita dapat terus berjalan di dalam rencana-Nya dan menjadi berkat yang menyejukkan bagi sesama. -TPC
Tuhan Yesus memberkati!