"Sebaliknya, hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra, dan saling mengampuni, sama seperti Allah dalam Kristus juga telah mengampuni kamu."
MENABUR DALAM AIR MATA
Ada kalanya melakukan sebuah kebaikan atau mempertahankan kebenaran terasa sangat melelahkan jiwa. Amatlah berat untuk tetap mengasihi pasangan yang terus-menerus menyakiti hati. Terasa menyiksa untuk tetap melayani Tuhan dan tersenyum di depan jemaat padahal batin sedang memikul beban masalah yang bertumpuk. Dan dibutuhkan pengorbanan besar untuk tetap memberi persembahan serta menolong orang lain di saat kondisi keuangan kita sendiri sedang pas-pasan.
Keadaan ini dapat diibaratkan seperti seorang petani yang harus menebarkan benih gandum terakhirnya ke ladang, padahal ia dan keluarganya sendiri sedang dilanda kelaparan. Hal inilah yang disebut sebagai "menabur dengan air mata". Terasa sakit, berat, dan penuh risiko. Namun, baik hukum alam maupun hukum rohani memiliki kepastian yang sama: Siapa yang menabur, ia pasti akan menuai. Setiap tetes air mata yang jatuh sebagai wujud ketaatan kita kepada Tuhan, ditampung dan diperhitungkan-Nya di dalam kirbat-Nya.
Ayat Alkitab Acuan:
"Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai." β Mazmur 126:5
Poin Perenungan Hari Ini:
- Ketekunan yang Menghasilkan Buah: Jangan pernah berhenti berbuat baik hanya karena Anda belum melihat hasilnya hari ini. Jangan pula berhenti berdoa hanya karena jawaban tersebut seolah-olah tertunda. Tidak ada satu pun ketaatan yang sia-sia di mata-Nya.
- Kepastian Musim Menuai: Kebaikan yang Anda tabur dengan susah payah hari ini kelak akan tumbuh menjadi pohon perlindungan yang kokoh bagi masa depan Anda dan keturunan Anda.
Mungkin hari ini Anda merasa sangat lelah dan tergoda untuk berhenti berjuang. Kuatkanlah hati Anda! Musim menuai pasti akan segera tiba bagi mereka yang tidak menyerah. Keringat dan air mata Anda kelak akan digantikan dengan sorak-sorai sukacita. -TPC
Tuhan Yesus memberkati!