"Namun tanpa iman, tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab, siapa yang datang kepada Allah harus percaya bahwa Allah ada."
MENGHITUNG HARI DENGAN BIJAKSANA
Tanggal 31 Desember selalu menghadirkan perasaan yang aneh ketika kita duduk memandangi kalender yang hampir habis. Ada kalanya kita merasa puas dengan pencapaian, tetapi tidak jarang kita justru dirayapi rasa bersalah atas kesempatan yang terbuang sia-sia. Kebanyakan orang sibuk membuat daftar resolusi baru tanpa pernah benar-benar mengevaluasi arah hidup yang sedang mereka tempuh. Kalender bisa kita ganti setiap tahun, tetapi waktu yang telah lewat tidak akan pernah bisa kita putar kembali. Sebelum terompet pergantian tahun berbunyi, kita perlu berhenti sejenak dan melihat realitas hidup ini secara jujur di hadapan Allah.
Musa menulis Mazmur 90 di padang gurun setelah menyaksikan satu per satu generasi Israel gugur karena ketidaktaatan mereka. Dia sangat paham bahwa hidup manusia itu sangat singkat dan ringkih di hadapan keatasan Allah yang kekal. Ketika Musa berdoa meminta Allah mengajar bangsa itu 'menghitung hari', dia tidak sedang bicara soal matematika atau sekadar menghitung umur biologis. Kata menghitung di sini berarti menilai setiap hari dengan kesadaran bahwa hidup ini ada batasnya dan setiap detik harus dipertanggungjawabkan kepada Sang Pencipta.
Memasuki tahun yang baru, keberhasilan sejati bukanlah seberapa banyak harta yang berhasil kita kumpulkan dalam 365 hari terakhir. Keberhasilan sejati adalah ketika kita mendapati hati kita semakin bijaksana, semakin takut akan Tuhan, dan semakin peka terhadap kehendak-Nya. Jangan biarkan tahun yang baru hanya menjadi perulangan dari rutinitas yang kosong dan tanpa tujuan kekal. Mari serahkan kegagalan tahun ini di bawah kayu salib, lalu melangkah ke tahun depan dengan fokus hidup yang benar-benar terarah kepada Kristus.
Poin Perenungan Hari ini:
- Evaluasi Jujur: Luangkan waktu malam ini untuk mengevaluasi prioritas hidup Anda sepanjang tahun ini, apakah sudah berpusat pada Tuhan atau sekadar ambisi pribadi.
- Ketaatan Hari Ini: Mulailah tahun baru bukan dengan ambisi yang muluk-muluk, melainkan dengan komitmen untuk setia pada hal-hal kecil setiap hari.
Menutup tahun ini bukan berarti menutup buku pengharapan kita. Apapun kerugian, duka, atau kegagalan yang Anda alami sepanjang tahun ini, rahmat Tuhan tidak pernah berakhir. Pegang janji-Nya bahwa Dia yang telah menyertai Anda hingga titik ini akan berjalan bersama Anda di tahun yang baru. Tetapkan hati Anda untuk mengandalkan Kristus dalam setiap jengkal langkah yang akan datang.
Tuhan Yesus memberkati!