"Seperti rusa yang merindukan aliran air, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah."
MENILAI PENGAJARAN DARI "BUAHNYA"
Di tengah derasnya arus informasi saat ini, bagaimanakah cara kita membedakan mana pengajaran yang benar dari Roh Kudus, dan mana yang merupakan racun penyesatan dari nabi-nabi palsu di dunia maya? Tuhan Yesus tidak membiarkan kita kebingungan. Ia memberikan sebuah parameter yang sangat sederhana, namun tingkat akurasinya mutlak: Lihatlah buah yang dihasilkannya.
Pengajaran yang murni akan selalu bermuara pada manifestasi Buah Roh: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri (Galatia 5:22). Sebaliknya, berhati-hatilah jika sebuah pengajaran mulai membuahkan bibit pemberontakan dan sikap tidak tunduk pada otoritas di dalam gereja maupun rumah tangga. Waspadalah jika ajaran tersebut menumbuhkan kepahitan, membuat Anda terus-menerus mencari kesalahan pelayan Tuhan, atau menggeser fokus Anda pada mukjizat instan belaka dengan mengabaikan esensi pertobatan dan salib Kristus.
Ayat Alkitab Acuan:
"Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka..." β Matius 7:15-16a
Poin Perenungan Hari Ini:
- Uji Karakter, Bukan Karisma: Jangan mudah terpukau oleh kepiawaian berbicara atau karisma seseorang. Ujilah ajaran mereka dari karakter dan dampak nyata yang ditimbulkannya bagi jemaat.
- Roh Kudus Adalah Pemersatu: Jika suatu khotbah membuat Anda menjadi sinis, pahit hati, dan bermusuhan dengan komunitas gereja lokal Anda, itu adalah sinyal bahaya yang jelas.
Jagalah hati dan pikiran Anda dengan ketat. Roh Kudus adalah Pribadi yang memulihkan dan mempersatukan, bukan agen pemecah belah. Kembalilah pada kebenaran firman Tuhan yang murni, dan tolaklah segala pengajaran yang menghasilkan buah kedagingan. -TPC
Tuhan Yesus memberkati!