RENUNGAN HARIAN KRISTEN
πŸ‡ΊπŸ‡Έ EN
RHEMA HARI INI

"Namun, kamulah bangsa yang terpilih, keimaman yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan besar dari Dia,"

1 PETRUS 2:9
πŸ“– Renungan Harian:
πŸ‘οΈ 320 dibaca
πŸ“… 18 Desember 2025

NATAL DI HATI YANG JAHAT

Nas: "Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat." – Matius 12:35

Berita tentang kelahiran Tuhan Yesus dirancang oleh Surga sebagai sebuah kabar kesukaan besar bagi seluruh umat manusia. Sukacita agung tersebut bahkan diekspresikan secara langsung oleh paduan suara bala tentara surga yang memuji Allah di malam Natal. Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua orang menyambut berita tersebut dengan sukacita?

Raja Herodes merespons kelahiran Sang Juru Selamat dengan cara yang bertolak belakang. Kehadiran Bayi Yesus tidak membawa damai di hatinya, melainkan menghadirkan kecemasan dan teror. Herodes merasa takhtanya terancam, sehingga hatinya dipenuhi oleh rasa iri, dengki, dan niat membunuh. Yang lebih mengerikan, Herodes menggunakan kedok agama; ia menyelidiki nubuatan firman Tuhan melalui para ahli Taurat bukan untuk menyembah Sang Mesias, melainkan untuk memanipulasi informasi demi melenyapkan-Nya. Kemunafikan dan ambisi kekuasaan telah mengubah hatinya menjadi pembunuh berdarah dingin.

Ayat Alkitab Acuan:
"Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat." – Matius 12:35

Poin Perenungan Hari ini:
- Bahaya Takhta Hati yang Terancam: Ketika kita enggan menyerahkan "takhta" kehidupan kita untuk dipimpin oleh Kristus, maka teguran firman Tuhan hanya akan membuat kita merasa terganggu, terancam, dan cemas layaknya Herodes.
- Motivasi dalam Mempelajari Firman: Jangan memperalat firman Tuhan atau aktivitas rohani demi menutupi niat terselubung atau mencari keuntungan pribadi. Tuhan tidak pernah bisa dikelabui oleh kemunafikan.

Mari kita periksa kembali kedalaman hati kita hari ini. Adakah tersimpan benih-benih kejahatan, kemarahan, kedengkian, atau ambisi pribadi yang keliru? Segera bereskan di hadapan Tuhan! Jangan biarkan virus tersebut merampas damai sejahtera yang telah Kristus berikan bagi Anda. -TPC

Tuhan Yesus memberkati!

βœ”οΈ Notifikasi