"Aku mengangkat mataku ke gunung-gunung; dari manakah pertolonganku akan datang?"
PENDERITAAN SEBAGAI ALAT UJI IMAN
Dalam perjalanan hidup, kita sering kali menjumpai atau bahkan mengalami sendiri pergumulan yang teramat berat. Ada yang berjuang melawan penyakit kronis yang menggerogoti tubuh, ada pula yang harus merelakan jerih payahnya lenyap dalam sekejap akibat penipuan. Di tengah situasi yang menyesakkan dada tersebut, kita sering kali kehabisan akal dan mempertanyakan mengapa Tuhan mengizinkan semua itu terjadi.
Ketahuilah bahwa Tuhan memiliki cara tersendiri untuk menguji kualitas iman seseorang, dan salah satu instrumen yang Ia gunakan adalah penderitaan. Ketika dihadapkan pada badai krisis, manusia umumnya menunjukkan dua respons yang bertolak belakang: ada yang semakin merendahkan diri dan mencari wajah Tuhan, namun tidak sedikit pula yang menjadi kecewa lalu meninggalkan-Nya. Ayub adalah teladan utama dalam hal ini. Meskipun ia hidup saleh dan menjauhi kejahatan, Tuhan tetap mengizinkannya melewati tragedi yang merenggut anak-anak, harta, hingga kesehatannya. Namun, dalam keterpurukan total itu, Ayub memilih untuk tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat curang.
Ayat Alkitab Acuan:
"Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas." β Ayub 23:10
Poin Perenungan Hari ini:
- Ujian untuk Memurnikan Iman: Masalah dan penderitaan bukanlah tanda bahwa Tuhan membenci kita. Sebaliknya, itu adalah proses "pembakaran" ilahi yang bertujuan memisahkan kotoran dari dalam diri kita, sehingga iman kita keluar murni bagaikan emas.
- Menghindari Respons Bersungut-sungut: Saat segala sesuatu berjalan di luar rencana, hindarilah tendensi untuk menyalahkan keadaan, orang lain, maupun Tuhan. Jangan biarkan penderitaan membuat Anda undur dari pelayanan atau persekutuan.
Rasul Paulus harus melewati penderitaan yang luar biasa demi memberitakan Injil, namun hal itu tidak pernah menyurutkan langkahnya. Terkadang, Tuhan mengizinkan kelemahan terjadi agar kita belajar bergantung sepenuhnya kepada-Nya. Tetaplah bertahan, sebab di balik penderitaan, selalu ada anugerah besar yang menanti. -TPC
Tuhan Yesus memberkati!