"Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu; damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu. Apa yang Kuberikan kepadamu tidak seperti yang dunia berikan. Jangan biarkan hatimu gelisah atau takut."
RANGKAIAN RAHMAT DI TAHUN BARU
Kalender berganti angka, tetapi tagihan bulanan, kelelahan fisik, dan beban pekerjaan tetap sama di tanggal 1 Januari ini. Berdiri di awal tahun sering kali tidak otomatis membuat kita bersemangat; sebaliknya, sebagian dari kita menyambutnya dengan rasa cemas menghadapi ketidakpastian masa depan.
Yeremia menulis Kitab Ratapan bukan di atas panggung keberhasilan, melainkan di tengah puing-puing Yerusalem yang hancur lebur. Dalam kehancuran total itu, sang nabi mengingat satu kenyataan penting: kita masih bertahan hidup hari ini bukan karena kecanggihan rencana kita, melainkan karena kasih setia Allah yang menahan kebinasaan. Rahmat yang Allah berikan tidak pernah basi. Kebaikan-Nya di tahun lalu telah menyelesaikan tugasnya, dan untuk tahun yang baru ini, Ia menyediakan porsi rahmat yang segar setiap pagi.
Jangan jalani tahun ini dengan mengandalkan tabungan atau kepintaran diri sendiri semata. Ketika kecemasan finansial dan beban hidup membayangi, ingatlah bahwa Allah tidak meminta Anda menyelesaikan seluruh 365 hari dalam satu waktu. Ia memberikan kekuatan yang cukup untuk hari demi hari.
Poin Perenungan Hari ini:
- Pasrahkan Kekhawatiran Masa Depan: Percayalah bahwa Allah telah menyediakan kesetiaan-Nya untuk setiap pagi yang akan Anda hadapi.
- Syukuri Nafas Hari Ini: Mulailah tanggal 1 Januari ini bukan dengan resolusi yang membebankan, tetapi dengan rasa syukur karena masih diberi kesempatan hidup.
Tahun baru tidak menjamin hidup bebas dari masalah, tetapi menjamin kedatangan rahmat Tuhan yang baru setiap hari. Tetaplah berjalan bersama Kristus, sebab tangan yang memegang Anda tidak pernah kendur. Pengharapan kita teguh di dalam Dia yang setia sampai akhir.
Tuhan Yesus memberkati!