"Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan."
SELALU ADA HARAPAN DI DALAM TUHAN
Banyak orang tidak dapat menerima keadaan yang tidak menyenangkan dalam hidupnya. Mereka mulai mengomel, memberontak, dan menyalahkan Tuhan. Mari kita merenungkan sebuah ilustrasi: Ada perbedaan besar antara dikubur dan ditanam, meskipun keduanya sama-sama diletakkan di dalam tanah. Dikubur artinya mati, membusuk, dan sudah tamat. Sedangkan ditanam artinya mati, membusuk, namun akan tumbuh kembali karena ada unsur pengharapan.
Tahukah kita bahwa saat kita menghadapi badai kehidupan, Tuhan tidak pernah "menguburkan" kita? Yang Dia lakukan sebenarnya adalah sedang "menanam" kita. Seperti kisah Ayub yang mengalami kebangkrutan, penyakit kronis, dan kehilangan keluargaβitu semua bukan dimaksudkan untuk membuat hidupnya tamat. Ayub sedang ditanam agar pada akhirnya ia bertumbuh dan dipulihkan.
Ayat Alkitab Acuan:
"Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun." β Roma 8:25
Poin Perenungan Hari ini:
- Masalah Sebagai Proses Penanaman: Tidak peduli badai seberat apa pun yang sedang memporak-porandakan kehidupan kita saat ini, kita tidak sedang terkubur, melainkan sedang ditanam untuk menghasilkan buah yang lebih baik.
- Menanti dengan Tekun: Teruslah berharap walau jalan keluar belum terlihat. Tuhan mengizinkan proses tersebut agar kita menjadi kuat seperti rajawali yang mampu terbang menembus badai.
Tetaplah bersemangat dan jangan pernah menyerah, sebab di dalam Tuhan selalu ada harapan dan jalan keluar. Dia tidak pernah membiarkan kita bergumul seorang diri, dan Dia sanggup memberikan pengharapan yang pasti. -TPC
Tuhan Yesus memberkati!