"Lihatlah burung-burung di udara, yang tidak menabur, tidak menuai, dan tidak mengumpulkan hasil ke dalam lumbung, tetapi Bapamu yang di surga memberi mereka makan. Bukankah kamu jauh lebih berharga daripada burung-burung itu?"
SIAPA YANG HARUS MEMULAI TERLEBIH DAHULU?
Di dalam panggung kehidupan pernikahan, suami dan istri sering kali dihadapkan pada sebuah dilema yang menjebak kerukunan rumah tangga. Terdapat sebuah kutipan psikologis yang sangat relevan: "Lebih mudah mengasihi istri yang tunduk, dan lebih mudah menghormati suami yang penuh kasih." Fakta ini tidak dapat disangkal, sebab merupakan sifat alamiah manusia untuk berbuat baik kepada orang yang bersikap menyenangkan terhadap kita.
Namun, di titik inilah ujian kedewasaan iman yang sesungguhnya dipertaruhkan. Ketika seorang suami bersikeras menunggu istrinya tunduk terlebih dahulu, sementara sang istri menahan sikap hormat menunggu suaminya mengasihi terlebih dahulu, maka yang terjadi adalah sebuah kebuntuan yang sangat dingin. Keduanya saling menunggu, mempertahankan benteng keegoisan, dan tidak ada satu pihak pun yang bersedia mengalah demi pemulihan.
Ayat Alkitab Acuan:
"Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat." β Roma 12:10
Poin Perenungan Hari Ini:
- Menghancurkan Tembok Gengsi: Kedamaian di dalam rumah tangga tidak akan pernah terwujud selama kita memelihara keangkuhan dan selalu menuntut pasangan untuk berubah terlebih dahulu.
- Keberanian untuk Memulai: Kekristenan memanggil kita untuk meneladani Kristus dengan mengambil inisiatif melangkah lebih dulu. Berikanlah kasih dan penghormatan Anda tanpa harus menuntut syarat balasan dari pasangan.
Jangan biarkan damai sejahtera dalam pernikahan Anda tersandera oleh keengganan untuk mengalah. Mintalah kebesaran hati dari Roh Kudus hari ini, dan ambillah keputusan bulat untuk menjadi pihak yang memulai kebaikan. Jadilah pembawa damai di dalam rumah Anda sendiri. -TPC
Tuhan Yesus memberkati keluarga Anda!