"Namun, aku tahu bahwa Penebusku hidup, dan pada akhir zaman, Ia akan berdiri di atas debu."
ALLAH TETAP MEMPERHATIKAN KITA
Tahun-tahun berlalu dalam keheningan yang melelahkan bagi bangsa Israel di Mesir. Pergantian penguasa tidak serta-merta mengubah nasib mereka, bahkan beban kerja terasa kian menghimpit tanpa ada kepastian kapan penindasan itu berakhir. Di titik paling kelam itulah, jeritan tanpa kata menggelegar dari kedalaman hati mereka yang lelah.
Teks Keluaran 2:23-25 mencatat rangkaian tindakan Allah yang begitu intim: Ia mendengar, mengingat, melihat, dan memperhatikan. Kata Ibrani 'yada' yang diterjemahkan sebagai 'memperhatikan' mengindikasikan pemahaman yang mendalam serta keterlibatan pribadi yang hangat. Allah tidak tinggal diam di takhta-Nya yang jauh; Ia secara aktif melibatkan diri dalam penderitaan umat-Nya berdasarkan perjanjian kasih setia yang telah Ia patrikan sejak zaman nenek moyang mereka.
Di dalam riuh penderitaan atau kesepian kehidupan harian yang tak kunjung membaik, kita sering kali menduga bahwa suara kita hanya bergema kosong di udara. Namun, narasi Alkitab menegaskan bahwa tak ada satu pun air mata atau keluhan yang luput dari perhatian Pencipta kita. Kristus sendiri telah turun ke dalam penderitaan tergelap kita di kayu salib agar kita tahu dengan pasti bahwa Allah benar-benar peduli.
Poin Perenungan Hari ini:
- Mengakui Kelemahan di Hadapan-Nya: Jujurlah menyampaikan rasa lelah dan kesesakan hati dalam doa, sebab Allah tidak pernah menolak hati yang hancur.
- Bersandar pada Janji Kesetiaan Allah: Pegang teguh janji keselamatan Kristus saat keadaan di sekitar belum menunjukkan tanda-tanda perubahan.
Saat jalan di depan terasa samar dan doa-doamu seolah belum terjawab, ingatlah bahwa Allah sedang bekerja di balik layar sejarah hidupmu. Ia menyimak setiap bisikan jiwamu dan memperhitungkan setiap langkah lelahmu. Pengharapan di dalam Kristus tidak akan pernah mengecewakan. Tetaplah melangkah dengan iman, sebab Dialah Allah yang melihat dan memperhatikanmu.
Tuhan Yesus memberkati!