"Sebab, seorang anak telah lahir bagi kita, seorang putra telah diberikan bagi kita. Lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan nama-Nya disebut: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai."
TONGKAT BIASA DI TANGAN ALLAH
Ada rasa gemetar yang samar setiap kali kita dihadapkan pada panggilan yang jauh melampaui ukuran kapasitas diri. Musa mengalaminya di kaki Gunung Horeb. Setelah empat puluh tahun menghilang dalam kesepian Padang Gurun Midianโmemelihara domba yang bahkan bukan miliknyaโia telah nyaman menjadi orang biasa. Ketika suara dari balik semak berduri menuntutnya berdiri di hadapan firaun, reaksi pertamanya adalah sederet alasan ketidakmampuan: 'Bagaimana jika mereka tidak percaya padaku?'
Tuhan tidak menjawab ketakutan Musa dengan memberikan kualifikasi akademis atau kemampuan retorika instan. Ia hanya mengajukan pertanyaan sederhana: 'Apakah yang ada di tanganmu itu?' Musa menjawab, 'Tongkat.' Hanya sepotong kayu mati yang biasa, alat kerja harian seorang gembala. Namun, di tangan Tuhan, kayu mati itu sanggup membelah lautan dan memperlihatkan kuasa-Nya. Allah tidak mencari manusia yang memiliki modal melimpah; Ia mencari ketaatan yang rela menyerahkan apa yang ada di tangan ke dalam kedaulatan-Nya. Ketika Musa mengeluhkan lidahnya yang kaku, Tuhan mengingatkan bahwa Dialah Pencipta mulut manusia.
Sering kali keterbatasan dan rasa tidak layak menjadi tempat terbaik bagi kemuliaan Allah untuk dinyatakan. Apa yang kita anggap sepele atau tidak berarti dalam diri kita justru merupakan alat yang siap dipakai Tuhan untuk mengerjakan tujuan luar biasa-Nya.
Poin Perenungan Hari ini:
- Pasrahkan Alat Sederhanamu: Serahkan apa pun keahlian, waktu, atau sumber daya sederhana yang ada padamu hari ini ke dalam tangan Tuhan tanpa rasa ragu.
- Bersandar pada Penyertaan-Nya: Berhentilah berfokus pada ketidakmampuan diri, dan mulailah memandang pada janji Allah yang akan menyertai serta mengajarimu.
Tuhan tidak pernah salah memilih orang untuk mengerjakan rencana-Nya. Ketika Ia memanggilmu, Ia juga yang menyediakan keberanian dan kemampuan yang kamu butuhkan. Tetaplah melangkah walau hatimu masih merasa gentar, sebab kuasa-Nya sempurna di dalam kelemahanmu.
Tuhan Yesus memberkati!